Jumat, 01 Oktober 2010

Menangis


Dimana perasaanmu saat kau melakukan
salah yang sama…..
inikah cara dirimu
membalas tulus cinta yang ku beri…..
wow….wow……..

Alunan  syair yang di nyanyikan audy begitu terdengar jelas di hatiku, tak terasa air mataku mulai berjatuhan, aku buka lagi file- file yang tertata rapih, semua tentangnya, tentang dia yang kini tidak ada lagi untukku. Aku merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya, saat-saat dia masih ada untukku. tapi, kini dia pergi meninggalkan luka yang amat dan sangat perih untukku, ku ingat- ingat kembali kejadian sore itu, aku gak sengaja melihat dia duduk mesra Hengan seorang cewek yang tak asing lagi untukku, cewek itu Cika sahabat karibku.
Lalu aku sengajakan diri melewat di depan Doni pacarku itu, aku ingat saat itu dia benar- benar tegang, entah takut atau merasa bersalah, entahlah yang pasti aku begitu sakit hati aku berlari sambil menjatuhkan air mataku, lagi- lagi aku menangis.
Aku ga nyangka kenapa dia bisa setega itu, padahal aku sering memujanya di hadapan teman- temanku, meski teman- temanku selalu saja berfikiran negative tentangnya. tapi inilah balasannya. Dan akupun memutuskannya tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu, ternyata tuhan sangat adil, sekarang aku baru sadar ternyata dia bukan terbaik untukku.
Aku sama sekali ga menyesal putuskannya, tapi aku hanya sedikit menangis, bukan menangis karenanya, tetapi menangis karena  aku lebih percaya doni dibandingkan sahabatku .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar