Ketika itu aku Nita gadis lugu yang selalu tampil apa adanya, berjalan menuju sebuah pertandingan bola volley di sebuah gedung yang tidak jauh dari tempat aku bersekolah, sebenarnya aku paling males melihat atau menonton pertandingan seperi ini, tapi entah kenapa kali ini benar- benar di luar dugaan, aku begitu semangat saat Mita teman sekelasku mengajak menonton pertandingan itu, aku memilih tempat duduk tepat di pinggir Mita , awalnya rasa BT sudah aku rasakan tetapi entah kenapa tiba-tiba berubah menjadi menyenangkan, saat ada seseorang cowok dengan stelan jeans belel dan kaos berwana abu-abu itu terus menggodaku sebenarnya sih dia ga begitu cakep, tapi dia membuatku tertarik sama penampilannya yang sangat-sangat urakan,
“shut…..shut..”
“boleh kenalan gak?”ajak cowok itu,
Aku diam pura- pura tidak mendengarkan ajakn cowok itu, sebenarnya itu adalah saat-saat yang aku nantikan sejak tadi,
“sombong banget sih !” kata cowok itu lagi
Akupu bergegas membuka mulut dan berkata
”maaf ya mas, gue bukan orang sombong !” dengan muka kesal namun penuh dengan kesenangan
”maaf ya mas, gue bukan orang sombong !” dengan muka kesal namun penuh dengan kesenangan
Pandanganku kembali memperhatikan permainan volley, tapi sbnarnya aku sama sekali tidak fokus, yang ada dalam pikiranku hanya menunggu cowok itu bertanya-tanya lagi tentangku atau sejenisnya,
“gue Vio, elu siapa?” kata cowok itu seakan memecahkan keheningan,
“gila ini orang, udah gue cuekin masih saja ngotot ngajak kenalan lagi, oh ternyata dia bernama Vio” batinku berkata senang
“woy ngelamunin apa lo ?kata cowok itu seraya menggoda,
“apaan sih lu, dari tadi ganggu gue mulu!” jawabku kesal,
“habisnya aku Tanya dari tadi diam terus, gak punya mulut ya nenk ? “
Ohh, emang elu nanya apa ya tadi? Jawabku buru- buru
gue boleh tau ga nama elu siapa?? Kata vio penuh harapan
gue? Siapa ya? Berlaga berfikir. Nama gue makroni basah !jawabku sambil melirik spanduk iklan yan bertuliskan macaroni basah
“gue serius kali !”Tanya vio masih penuh harapan..
Tiba- tiba erin membuyarkan suasana” nita, kita pindah yuk, aku lihat dari tadi orang itu ganggu kamu mulu”ajak erin sambil menuntunku untuk segara pindah dari tempat itu,
aku berdiri, dengan rasa kecewa akupun mengikuti kemana erin membawa aku pergi, sebenarnya aku masih ingin bercakap-cakap dengan si vio, tapi apa boleh buat aku harus segera pergi ya daripada teman- temannku memanggil aku itu si cewek kecentilan kan ga banget
Kali ini pandanganku benar-benar focus pada pertandingan itu, dan ketika tim dari SMA’ku kembali mencetak point, akupu berdiri dan berteriak sehisteris mungkin, tanpa disadari ternyata si Vio sudah ada di sampingku lagi, pas hgelihat kesamping aku terdiam menahan rasa malu yang bukan main , “ngapain elo disini?ngikutin mulu!omel ku
“kan gue lagi memperhatikan elu” jawab dia dengan santai
Lagi-lagi erin bersuara “eh, jangan gangguin teman aku ya ka, dia sudah punya pacar!”kata erin sok melindungiku dari godaan si vio
“oke-oke gue tidak akan ganggu temen elo lagi” jawab si vio menyerah
“udahlah rin, dia sama sekali gak ganggu gue ko, dia Cuma ingin tau nama gue doank ko !!” cetusku penuh rasa kecewa
Si vio gak lagi bersuara setelah teguran Erin, dan akupun mulai ngerasa BT berlama-lama di tempat itu,lalu akupun mengajak Mita pulang “mit, pulang yuk?”
“ayoo” jawab nita sambil berdiri dan berjalan
akupun mengikuti Mita di belakang, pas aku lewat di hadapan si Vio,
Si vio bilang “besok kalau kita ketemu lagi berati kita jodoh ya?”
aku hanya tersenyum senang saat vio berkata seperti itu..
dan kamipun pulang,
Keesokan harinya aku, erin, dan mita nonton lagi sebenarnya aku memang ga ada niat untuk ikut, tapi karena hari itu final dan mita merengek-rengek memintaku untuk nonton, alhasil dengan penuh rasa malas kamipun berangkat,
Sesampainya di tempat pertandingan, aku melihat si vio melambaikan tangannya sembari bilang “kita jodoh ya?”
Nah lho aku tersipu malu banget saat itu, secara banyak orang- orang yang ngelihatin aku penuh rasa heran, tapi aku sih cuek bebeklah dan so tidak menghiraukannya padahal aku malu banget,
Setelah pertandingan selesai aku tidak lagi melihat vio, sangat kecewa sih tapi aku tidak begitu pusing memikirkannya ,
Keesokan harinya di sekolah, aku yang lagi memperhatikan guru tiba- tiba di kagetkan dengan
Drrrtt..drrrrtt..drrttttt
Sebuah pesan masuk terlihat di layar hp nokian n73 milikku,
Bergegas akupun mebacanya
From : 085223611665
Hai cantik !!
Siapa lagi ya ?ngeganggu orang aja ! omelku dalam hati kepada pesan yg tanpa pengirim itu
Dan lagi- lagi..
Drrrrrttt….drrrrrtttt
From :085223611655
Kenapa gak di balas ??
Dan aku abaikan lagi sms kaleng itu, dan bel istirahat pun berbunyi dengan nyaring,
“nita ada yang nyari elo !” teriak nenden memanggil..
Si erin datang menghampiriku yang lagi bngong “ ada apa rin ?tumben ke kelas gue? Tanyaku asal
“kemarin gue ngasihkan nomor hape elu ke si Vio , gak apa- apa ya? Kata erin memohon
“hmm, Vio mana? Tanyaku pura-pura lupa
“yee, itu yang kemarin di tempat pertandingan, ingat gak lu ?” erin mengingatkan
“oya gue ingat, tapi kenapa elu kasih?kan elu ga suka sama si vio ?iya kan ?tanyaku agak bergurau, lalu akupun terdiam, “berati yang tad sms ku itu si vio, deuh senengnya!”
Aku senyum-senyum sendiri penuh kemenangan..
Lu kenapa?senyum-senyum kaya otang gila d pojokan depan sekolah, Tanya erin heran,
Hmm, ga kenapa-napa ko,
Ya udah deah kalau gitu, gue balik dulu kekelas ya ?sambil beranjak pergi dari kelasku,
Jam sekolahpun berakhir, seperti biasa aku pulang bareng teman-teman, memang sekolahku begitu dekat dengan rumhku, jadi aku gak perlu repot-repot pake bus, angkot atau semacamnya yang harus aku bayar kalau sudah di anterinnya.
Setiba di rumah, hp ku bergetar lagi, segera ku ambil hp dari tasku, ternyata no 085221611655 memanggil..
Bergegas ku mengangkatnya, dan “hallo ?”sapaku
“hai, ko aku sms dari tadi ga di jawab?”tanyanya di balik layar,
“siapa ni?”tanyaku lagi berlaga tak mengenalinya
“aku Vio yang dulu nonton volley, ingat ga ?”
“vio? Hmm, oh kamu?
Kamipun bicara cukup lama di telepon, dan ternyata sebenarnya tuh si Vio bernama Deni, nah kan berhasil deh gue kena tipu,tapi ga apa- apalah yang penting kini aku bisa akrab dengannya.
Hampir empat bulan kita sering sms’an, telepon2an, juga jalan bareng
Tiba deh saatnya Deni ngajakku jalan dan makan di luar, aku kaget pas Deni bilang sayang sama aku, dan menginginkan aku sebagai pacarnya.
Aku sih ga mau nolak, Deni itu tipeku banget selain lumayan cakep, dia baik, pinter, juga perhatian, ga terasa hubunganku sama Deni sudah hampir setahun, tapi hubungan kami tidak berjalan dengan baik, aku menduakannya, dan akhirnya kita putus. Aku menyesal saat itu, karena tidak ada satupun yang aku pilih, aku memutuskan menjadi cewek cantik yang jomblo, (emang kenyataan kan?)
Aku dan Deni sama sekali gak pernah komunikasi lagi selama tiga bulan ini, aku benar-benar merindukannya, aku coba hubungi ke nomernya tapi tidak aktif terus,
Tiba- tiba deden sms aku, aku benar- benar ga percaya, dan pada saat itu juga deden bilang, dia merindukanku, oh betapa senangnya, akhirnya kamipun CLBK, ohh memang jodoh tidak akan kemana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar